Asuransi Sampah, Ide Kreatif karya Arek Malang

Siapa yang menyangka, sampah kotor bisa dijadikan sarana untuk berobat? Pendapat ini terasa mustahil, sebelum kemunculan sosok Gamal Albinsaid, seorang dokter dari kota Malang Jawa Timur.

Ide kreatif Gamal Albinsaid mendirikan asuransi sampah terdengar hingga sejagat raya. Kreasinya itu menempati urutan teratas di ajang finalis dunia Unilever Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards 2013. Aktivitas yang dilakukannya juga cukup padat. Selain menjadi dokter muda yang tengah jadi asisten dokter di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), dia juga sedang kuliah S2 Biomedik Universitas Brawijaya (UB). 
Gamal, Asuransi Sampah

Melalui nilai tambah dari sampah, pada 2010 Gamal menciptakan sebuah skema asuransi kesehatan. Untuk berobat, warga miskin cukup membawa sampah ke klinik yang dikelola Gamal.

Klinik bernama Mawar Husada yang terletak di Jalan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru ini mengumpulkan sampah dan mengolahnya menjadi “Dana Sehat” melalui 2 cara. Pengelola klinik menjadikan sampah organik sebagai pupuk untuk petani dan limbah anorganik yang dapat didaur ulang dijual ke pengepul.

Dana hasil penjualan sampah ini kemudian digunakan untuk pelayanan kesehatan gratis. Selain pengobatan, klinik Gamal juga melayani penyuluhan, konsultasi gizi, dan upaya pencegahan penyakit. Saat ini anggota sistem asuransi kesehatan sampah ini mencapai 500 orang. Selain Mawar Husada, masih ada lima klinik lain di Malang yang mengadopsi skema asuransi sampah.

Berkat skema ini, Gamal dianugerahi Sustainable Living Young Entrepreneurs dari Kerajaan Inggris. Saat menyematkan penghargaan tersebut, Pangeran Charles mengatakan skema asuransi sampah buatan Gamal bisa menyelesaikan dua persoalan yakni masalah kesehatan warga miskin dan reduksi sampah.

Saat menerima penghargaan ini, Gamal mengaku ingin mereplikasikan skema klinik asuransi sampah secara besar-besaran di Indonesia dan secara internasional. Tak cuma kesehatan, Gamal juga ingin menerapkan sistem ini di bidang lain seperti pendidikan. Dengan skema ini, bukan tidak mungkin anak miskin bisa menikmati sekolah hanya dengan mengumpulkan sampah.

BBC mengabarkan, berkat temuannya Gamal mendapatkan hadiah sebesar 50.000 euro dan dukungan dari Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL) dan Unilever untuk menjalankan sistem ini dalam beberapa bulan mendatang. Direktur CPSL dan ketua bersama panel juri, Polly Courtice, mengatakan kekuatan finalis yang luar biasa ini memberi inspirasi bagi para juri.

Gamal pun menaklukkan 510 ide inspiratif lain dari 90 negara.

0 Comment "Asuransi Sampah, Ide Kreatif karya Arek Malang"

Posting Komentar

bagaimana tanggapan anda sangmane...